Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna

Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna
Author: Yasraf Amir Piliang
Language Indonesian
Pages: 346
Genre: Asian Literature
Goodreads Rating: 3.55
Published: 2003 by Jalasutra

Buku tentang semiotika ini dimulai dari sebuah definisi semiotika yang dikemukakan oleh Umberto Eco yang mengatakan, bahwa semiotika "... pada prinsipnya adalah sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie)." Definis Eco ini ꟷmeskipun mungkin sangat mencengangkan banyak orangꟷsecara eksplisit menjelaskan betapa sentralnya konsep dusta di dalam wacana semiotika, sehingga dusta tampaknya menjadi prinsip utama semiotika itu sendiri. Kenapa? Karena, semiotika sebagai satu bentuk representasi pada dasarnya adalah sesuatu yang hadir namun menunjukkan bahwa sesuatu di luar dirinya sendirilah yang coba dia hadirkan. Representasi tidak menunjuk kepada dirinya sendiri, namun kepada orang lain. Karena sifat dasar itulah, maka representasi sering dipermasalahkan ihwal kemampuannya untuk bisa menghadikan "sesuatu" di luar dirinya, karena seringkali representasi malah beralih menjadi "sesuatu" itu sendiri. Jurang yang terbentuk antara representasi dan yang direpresentasikan ini seringkali terlupakan oleh manusia. Nah, permasalahan "tipuan" seperti inilah yang menjadi landasan pembahasan tentang [hiper]semiotika dalam buku. Inilah buku yang menjadi rujukan wajib bagi para pemerhati semiotika dan cultural studies. Buku ini sebagai buku utuh, berhasil memperlhatkan secara menyeluruh dan rinci ... [disertai]...

Pemaparan deskriptif informatif, bahkan nyaris leksikografis, yang menuntut ketekunan cermat ini, sangatlah berharga sebagai suatu tahapan dasar untuk melakukan refleksi lebih mendalam dan substansial selanjutnya atas kiprah peradaban mutakhir dunia kita ini." ꟷBAMBANG SUGIHARTO